A.   Arsitektur Komputer
1.       Definisi
Menurut Sora (2014) Arsitektur komputer adalah dapat dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus sebagai suatu seni mengenai cara interkoneksi antara berbagai komponen perangkat keras atau hardware untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang dapat memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan juga target biayanya. Arsitektur komputer ialah suatu ilmu dan juga seni tentang tata cara interkoneksi antara berbagai macam komponen perangkat keras atau hardware agas bisa melahirkan sebuah komputer melengkapi kebutuhan fungsional, kinerja dan juga target keuangannya.
          2.     Komponen
           Komponen-komponen arsitektur komputer dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:
a.   Input
b.  Pemroses
c.   Penyimpanan
d.  Output
B.   Struktur Kognisi Manusia
1.     Definisi
Kognisi merupakan suatu proses dimana orang belajar sesuatu dari dunia nyata yaitu bagaimana memperoleh ilmu pengetahuan. Istilah kognisi (dalam bahasa latin mengacu pada cognoscere, “tahu”, “untuk konsep” atau “mengenali”) mempunyai hubungan dengan hal memproses informasi, menerapkan pengetahuan, dan preferensi berubah.
Kognisi manusia adalah unsur yang saling berhubungan antara satu sama lain yang saling berakomodir atau saling melengkapi antara fungsi-fungsi, skema. Seperti bagian otak yang mengakomodir unsur bagian-bagian tubuh yang menjadikan suatu sistem yang kompleks.
C.   Hubungan keduanya
Berdasarkan penjelasan dari kedua pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa hungan dari keduanya adalah sama-sama dalam hal memproses informasi. Keduanya juga sama-sama berkonesksi melengkapi dari fungsinya satu sama lain.
D.   Kelebihan dan Kekurangan
1.     Arsitektur Komputer
a.     Kelebihan
1). Memilki processor yang berjumlah lebih dari satu
2). Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user)
3). Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
4). Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second)
b. Kekurangan
1). Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpang
2). Harga sangat ahal
3). Interface dengan pengguna masih menggunakan teks
4). Membutuhkan daya listrik yang sangat besar
2. Struktur Kognisi Manusia
a. kelebihan
1). Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
2). Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
3). Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal
b. kekurangan
1). Membutuhkan waktu yang cukup lama
2). Terkkadang sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka.


sumber




Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya. (Jogiyanto, 2003). Sementara menurut Gordon B. Davis, informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang penting bagi penerima dan mempunyai nilai yang nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau yang akan datang.
Dalam ilmu psikologi, informasi dijadikan salah satu stimulus yang masuk kedalam proses berpikir manusia dan menjadi salah satu hal yang penting bagi manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sistem yang dilakukan manusia untuk mengelola informasi seperti contohnya dalam ilmu psikologi. Sistem informasi psikologi banyak membantu dalam berbagai hal dibidang psikologi.
Sistem Informasi Psikologi adalah suatu sistem atau tata cara yang merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah dan menyimpan data mengenai perilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti tujuan penelitian.

*  Komponen sistem informasi
1. komponen input input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.
2. komponen model kombinasi prosedur,logika,dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. komponen output output informasi yang  berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. kompone teknologi teknologi merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima innput, menjalankan model, minyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantu pengendalian sistem.
5. komponen basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didlm komputer denganmenggunakan software database.
6. komponen kontrol pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi gagguan terhadap sistem informasi.


*  Fungsi Sistem Informasi
1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
7.  Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.

Jogiyanto, HM. Sistem Teknologi Informasi: pendekatan terintegrasi konsep dasar, teknologi, aplikasi, pengembangan dan pengolahan, Yogyakarta, Andi Offset, 2003
Davis, Gordon B, Kerangka Dasar: Sistem Informasi Manajemen, Bagian I Pengantar. Seri Manajemen No. 90-A. Cetakan Kedua Belas, Jakarta: PT. Pustaka Binawan Pressindo, 2002

Kata “internet” pada jaman sekarang sudah bukan kata yang tabu lagi untuk di dengar oleh kalangan masyarakat luas di seluruh dunia. Pada jaman sekarang, penggunaan internet sudah tidak pandang usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua sekalipun juga menggunakan internet. Menurut kominfo.go.id, dari jumlah pengguna internet tersebut, 80 persen di antaranya adalah remaja berusia 15-19 tahun. Perkembangan teknologi saat ini bagaikan dua mata pisau yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari semua elemen. Internet memiliki manfaat yang besar sebagai sarana informasi dari berbagai kehidupan sosial dimasyarakat. Selain memiliki kebaikan ternyata internet juga telah menjadi suatu penyakit bagi mereka yang menggunakanya. Penyakit tersebut adalah kecanduan internet, yang dilansir pada kompasiana.com. Menurut nezar dalam jabar.tribunnews.com Pada 2012 pengguna internet di Indonesia 63 juta orang. Sedangkan 2015 penggunanya sudah 90 juta orang.
Berbeda dengan wartawan yang memiliki kode etik jurnalistik yang mengikat mereka secara profesi, netizen atau dalam konteks lain disebut jurnalis warga (citizen journalist) tak memiliki kode etik namun ada acuan etika yang pernah disepakati bersama. pada tanggal 16 September 2011 disepakati sebuah acuan Etika Online indonesia yang disebut dengan “Dokumen Tebet”. Berikut adalah Acuan lengkapnya:
1.     Bahwa kegiatan pennggunaan internet dapat membantu mencari, mendapatkan, mengelola dan mendistribusikan banyak informasi yang positif dan bermanfaat bagi individu maupun masyarakat luas.
2.     Bahwa kegiatan penggunaan internet ternyata membuka peluang bagi diri sendiri terkena dampak negatif ataupun menghadapi perkara dan pihak lain yang dirugikan atau merasa dirugikan.
3.     Bahwa damppak negatif ataupun perkara yang timbul akibat penggunaan internet, dalam batas-batas tertentu dapat diselesaikan secara musyawarah, namun seseorang tetap dapat terkena konsekuensi hukum secara perdata dan/ atau pidana.

Acuan etika online (menggunakan internet) yang bersifat konsep umum, tidak mengikat, bebas diadopsi siapapun dan diadaptasi sesuai kebutuhan masing-masung, yang berbunyi:
1.       Siapapun tanpa terkecuali, ketika online, harus menjunjung tinggi dan menghormati:
·         Nilai kemanusiaan
·         Kebebasan berekspresi
·         Perbedaan dan keragaman
·         Keterbukaan dan kejujuran
·         Hak individu atau lembaga
·         Hasil karya pihak lain
·         Norma masyarakat
·         Tanggung jawab.

Tujuannya dibuatkan acuan etika online ini agar para pengguna internet harus menghargai pengguna internet lain dan harus bijak dalam penggunaan internet itu sendiri, karena terdapat jenis-jenis pelanggaran hak cipta di internet yang berupa penyiaran, pameran, penjualan, pengedaran, dan penyebaran suatu ciptaan melalui media internet tanpa hak atau tanpa sijin pencipta yang di tuliskan dalam hukumonline.com, misalnya:
·       Mengunggah/mengunduh ciptaan berupa lagu, video, foto, gambar, tulisan secara tanpa  hak
·       Membuat website dengan menggunakan gambar/foto/layout/design/video secara tanpa hak
·       Mengakui karya tulis orang lain sebagai karya yang ditulis sendiri (plagiat)
·       Membuat situs yang berisi database lagu-lagu dengan file mp3 yang bisa diunduh secara bebas oleh semua pengakses situs padahal si pembuat situs sama sekali tidak punya hak untuk mengumumkan lagu-lagu tersebut
·       Mengunduh software berbayar dari suatu situs lalu menggandakannya dalam bentuk CD-ROM untuk dijual sendiri
Beberapa  tahun belakangan ini, orang-orang yang suka menulis di blog atau biasa di sebut dengan blogger, mereka membuat 12 butir kesepakatan etika menulis blog, yang terdiri dari:
1. Menghargai dan menjunjung tinggi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dengan menghindari plagiarisme, pembajakan, dan selalu mencantumkan sumber setiap kali mengutip karya orang lain.
2.     Tidak mendiskreditkan pihak lain dan selalu berkomitmen untuk menulis secara proporsional.
3.     Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi.
4.     Selalu berbagi pengetahuan dan kebaikan melalui blog masing-masing.
5.     Tidak berprasangka dan hanya menulis berdasarkan fakta yang diyakini bisa dibuktikan serta tetap dengan menjunjung tinggi etika kesopanan dalam menulis.
6.     Tidak melakukan spamming melalui kolom komentar.
7.     Tetap menjaga kesopanan dan rasa saling menghormati dalam memberikan komentar pada blog yang dikunjungi.
8.     Tidak melakukan hack pada website atau blog lain.
9.     Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA.
10.  Menggunakan bahasa yang baik dalam menulis.
11.  Tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam menulis tetapi tidak melanggar hak-hak orang lain.
12.  Bersedia meralat informasi yang telah ditulis dalam blog jika di kemudian hari terdapat kesalahan dalam memuat tulisan di blog.

Telkomsel, yayasan kita dan buah hati, dll (2016) 17 rumus keren internetBAIK: buku panduan untuk berinternet yang bertanggung jawab, aman, inspiratif dan kreatif. Hal 26.

Psikologi Eksperimen
Trie Shara Damayanti
3 PA 07
18513987
Universitas Gunadarma
Topik : Suhu Tinggi
Masalah : Apakah suhu tinggi menyebabkan perilaku agresif?
Hipotesis
v  Hipotesis Ilmiah
Hipotesis Umum        : Suhu tinggi menyebabkan perilaku agresif.
Hipotesis Ekspilisit   : subjek yang berada pada suhu tinggi dapat menyebabkan perilaku agreif lebih tinggi daripada subjek yang tidak berada pada suhu tinggi.
v Hipotesis Statistik
Ha         : Subjek yang berada pada suhu tinggi akan dapat menyebabkan perilaku agresif lebih tinggi secara signifikan daripada subjek yang tidak berada pada suhu tinggi.
Ho         : Subjek yang berada pada suhu tinggi akan dapat menyebabkan perilaku agresif yang tidak berbeda secara signifikan dengan subjek yang tidak berada pada suhu tinggi.
variabel
v Variabel Bebas         : Suhu Tinggi
-            Variasi                 : Ada-tidak ada, kelompok yang memasuki ruangan ber AC dengan kelompok yang tidak memasuki ruangan ber AC.
-            Manipulasi      : Manipulasi kejadian, kelompok yang memasuki ruangan ber AC pada siang hari dengan kelompok yang memasuki ruangan tidak ber AC pada siang hari.
v Variabel Terikat    : Perilaku Agresif
-          Jenis Pengukuran  : Perilaku yang tampak
-        Cara Pengukuran : Melakukan obseravasi dengan membuat kuesioner dari variabel agresif yang diambil dari faktor-faktor agresif untuk mengetahui tingkat agresif pada subjek yang diberikan suhu tinggi dan tidak diberikan suhu tinggi di siang hari.



TRIE SHARA DAMAYANTI
18513987
2PA07
KESEHATAN MENTAL
UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB I
PENDAHULUAN

Need Hirarki menjelaskan kebutuhan – kebutuhan dasar manusia. Terdapat lima jenis kebutuhan pada need hirarki, diantaranya kebutuhan fisiologis, keamanan, cinta, esteem, dan aktualisasi diri. Dari kelima jenis kebutuhan tersebut seringkali ditemui orang – orang yang tidak mendapat satu atau dua kebutuhan tersebut. Akibat dari tidak terpenuhinya kebutuhan – kebutuhan tersebut banyak orang yang yang berperilaku menyimpang. Terdapat orang – orang yang melakukan berbagai cara untuk memenuhi fisiologisnya. Contohnya melakukan demi mendapatkan apa yang diinginkan.
Seperti yang akan dijelaskan berikut ini adalah mengenai pembunuhan yang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memenuhi kebutuhan fisiologis.
Pembunuhan yang sering terjadi di Indonesia sangat meresahkan masyarakat. Pembunuhan menjadi permasalahan yang sudah lumrah di dengar oleh masyarakat. Pihak kepolisian terus sigap atas kasus - kasus yang sudah sering terjadi di ini. Pembunuhan itu sendiri merupakan suatu tindakan untuk menghilangkan nyawa seseorang dengan cara melanggar hukum, maupun yang tidak melawan hukum. Pembunuhan juga biasanya dilatarbelakangi oleh bermacam – macam motif, bisa karena cemburu, balas dendam, depresi, politik, membela diri. Pembunuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang paling umum adalah dengan menggunakan senjata api atau senjata tajam. Pembunuhan dapat juga dapat dilakukan dengan menggunakan bahan peledak, seperti bom dan di lakukan dengan cara personal (sendiri) atau berkelompok.
            Tujuan penulis mengangkat masalah ini karena penulis ingin mengungkap kasus ini karena banyak kejanggalan yang terjadi.Banyak masayarakat yang bertanya-tanya apakah kasus pembunuhan ini adalah kasus pembunuhan berencana atau murni kasus perampokan yang berujung pembunuhan.
          
BAB II
LANDASAN TEORI

1.      Teori Kebutuhan
           Maslow telah membentuk sebuah hirarki dari lima tingkat kebutuhan dasar. Di luar kebutuhan tersebut, kebutuhan tingkat yang lebih tinggi ada.Ini termasuk kebutuhan untuk memahami, apresiasi estetik dan spiritual kebutuhan murni. Dalam tingkat dari lima kebutuhan dasar, orang tidak merasa perlu kedua hingga tuntutan pertama telah puas, maupun ketiga sampai kedua telah puas, dan sebagainya. Kebutuhan dasar maslow adala sebagai berikut:
a.      Kebutuhan Fisiologis
           Ini adalah kebutuhan biologis.Mereka terdiri dari kebutuhan oksigen, makanan, air, dan suhu tubuh relatif konstan. Mereka adalah kebutuhan kuat karena jika seseorang tidak diberi semua kebutuhan, fisiologis yang akan datang pertama dalam pencarian seseorang untuk kepuasan.
b.      Kebutuhan Keamanan
           Ketika semua kebutuhan fisiologis puas dan tidak mengendalikan pikiran lagi dan perilaku, kebutuhan keamanan dapat menjadi aktif. Orang dewasa memiliki sedikit kesadaran keamanan mereka kebutuhan kecuali pada saat darurat atau periode disorganisasi dalam struktur sosial (seperti kerusuhan luas). Anak-anak sering menampilkan tanda-tanda rasa tidak aman dan perlu aman.
c.       Kebutuhan Cinta, sayang dan kepemilikan
           Ketika kebutuhan untuk keselamatan dan kesejahteraan fisiologis puas, kelas berikutnya kebutuhan untuk cinta, sayang dan kepemilikan dapat muncul. Maslow menyatakan bahwa orang mencari untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan. Ini melibatkan kedua dan menerima cinta, kasih sayang dan memberikan rasa memiliki.
d.      Kebutuhan Esteem
           Ketika tiga kelas pertama kebutuhan dipenuhi, kebutuhan untuk harga bisa menjadi dominan. Ini melibatkan kebutuhan baik harga diri dan untuk seseorang mendapat penghargaan dari orang lain. Manusia memiliki kebutuhan untuk tegas, berdasarkan, tingkat tinggi stabil diri, dan rasa hormat dari orang lain. Ketika kebutuhan ini terpenuhi, orang merasa percaya diri dan berharga sebagai orang di dunia.Ketika kebutuhan frustrasi, orang merasa rendah, lemah, tak berdaya dan tidak berharga. 
e.       Kebutuhan Aktualisasi Diri
           Ketika semua kebutuhan di atas terpenuhi, maka dan hanya maka adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri diaktifkan. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai orang perlu untuk menjadi dan melakukan apa yang orang itu “lahir untuk dilakukan.” “Seorang musisi harus bermusik, seniman harus melukis, dan penyair harus menulis.” Kebutuhan ini membuat diri mereka merasa dalam tanda-tanda kegelisahan. Orang itu merasa di tepi, tegang, kurang sesuatu, singkatnya, gelisah. Jika seseorang lapar, tidak aman, tidak dicintai atau diterima, atau kurang harga diri, sangat mudah untuk mengetahui apa orang itu gelisah tentang. Hal ini tidak selalu jelas apa yang seseorang ingin ketika ada kebutuhan untuk aktualisasi diri.

           Teori hierarkhie kebutuhan sering digambarkan sebagai piramida,  lebih besar tingkat bawah mewakili kebutuhan yang lebih rendah, dan titik atas mewakili kebutuhan aktualisasi diri. Maslow percaya bahwa satu-satunya alasan bahwa orang tidak akan bergerak dengan baik di arah aktualisasi diri adalah karena kendala ditempatkan di jalan mereka oleh masyarakat negara. Dia bahwa pendidikan merupakan salah satu kendala. Dia merekomendasikan cara pendidikan dapat beralih dari orang biasa-pengerdilan taktik untuk tumbuh pendekatan orang. Maslow menyatakan bahwa pendidik harus menanggapi potensi individu telah untuk tumbuh menjadi orang-aktualisasi diri / jenisnya sendiri.

2.      Teori Agresivitas
           Teori Agresivitas menurut Baron dan Byrne (1984) mengemukakan dorongan dasar yang dimiliki mausia dengan tujuan menyakiti badan atau melukai perasaan orang lain. Perilaku agresif juga merupaka suatu bentuk perilaku yang ditunjukkan untuk melukai atau mencelakakan orang lain. Akibat adanya sikap agresivitas ini, terdapat beberapa orang yang menyakiti orang lain tanpa memperdulikan perasaan orang lain. Misalnya pembunuh yang tetap melakukan tidakannya meskipun akibatnya bisa fatal bahkan sampai menghilangkan nyawa orang lain. Pembunuh tidak akan mementingkan perasaan orang lain karena dia hanya mementingkan kepuasan yang dibutuhkannya. Kepuasan yang dibutuhkan sama seperti need hirarki yaitu kebutuhan fisiologis. Karena yang diutamakan pembunuh adalah kepuasannya.

A.     Kronologi Kasus
           Pada Senin 5 Agustus 2013 Ade dan Wawan hanya ingin jalan – jalan dengan menggunakan motor. Saat melintas di depan rumah kost Sisca di Jalan Setra Indah Utara, Sukajadi, Bandung. Wawan melihat sebuah tas di dalam mobil. Sedangkan Sisca tampak sedang membuka pintu kosnya. Wawan kemudian turun dari motor dan mengambil tas itu. Aksinya diketahui korban dan sempat terjadi keributan. Wawan kemudian lari menuju motor yang dikendarai Ade.
           Sisca melaju sekitar 1 kilometer atau di Jalan Cipedes Tengah, Kecamatan Sukajadi.Ade mengaku motornya semakin berat untuk dipacu.Ade mengecek motornya dan melihat korban mesih terseret dan rambut korban tersangkut di gir motor.Wawan kemudian turun dan memotong rambut korban dengan golok. Keduanya kemudian langsung kabur dan meninggalkan korban.
           Warga yang menemukan mayat tanpa identitas itu pun langsung melaporkan penemuannya kepada pihak yang berwajib pada saat itu juga.Setelah itupetugas dari pihak kepolisian langsung melaksanakan olah TKP serta menyita beberapa barang bukti korban seperti pakaian, sampel darah dan sampel rambut. Pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB petugas baru mengetahui identitas korban dari saksi RD (pemilik rumah kos korban) yang menemukan kendaraan korban terparkir di depan gerbang dalam keadaan menyala. Menurut dia, beberapa barang bukti seperti telepon genggam korban, surat dan dokumentasi pribadi korban juga disita polisi untuk kepentingan penyelidikan kasus tersebut.

B.  Analisis Kasus
           Pembunuhan sadis Fransisca Yofie terjadi di Jalan Cipedes RT 07 RW 01, Sukajadi, Bandung. Perempuan 30 tahun ini tewas dengan tiga luka bacok di kepala serta luka lebam-lecet di sekujur tubuh. Kasus pembunuhan sadis Fransisca Yofie, 30 tahun, di Cipedes Tengah, Bandung, menyisakan kejanggalan.Menurut Kapolrestabes pada Senin(5/8) sekitar pukul 19.15WIB, SPK Polsek Sukaja di Bandung mendapatkan laporan dari masyarakat tentang penemuan seorang wanita mengalami luka berat di Lapangan Abra Jalan Cipedes Tengah tanpa identitas. Senin malam atau sekitar pukul 19.25 WIB petugas dari Polsek tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung membawa korban menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin dalam keadaan kritis, kemudian korban meninggal dunia di UGD RSHS dan tidak dapat tertolong. Pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB petugas baru mengetahui identitas korban dari saksi RD (pemilik rumah kos korban) yang menemukan kendaraan korban terparkir di depan gerbang dalam keadaan menyala. Terdakwa Wawan dan Ade menggunakan motor Suzuki Satria R dengan memakai helm  full face. Sebelum ia melakukan eksekusi, tersangka Wawan menenggak bir minuman keras. Kemudian pada saat melintas di Jalan Cipedes RT 07 RW 01, Sukajadi, Bandung mereka menemukan korban sedang membuka gembok pagar kos kosan. Pada saat itu mobil korban masih terbuka dan terlihat tas disana.
           Terdakwa Wawan sebagai eksekutor dan Saudara Ade sebagai pengemudi langsung mengambil tas kemudian melarikan diri. Pada tahap melarikan diri ini banyak menimbulkan suatu pertanyaan dan menimbulkan suatu kejanggalan. Berdasarkan hasil rekontruksi tidak bergerak tersangka mengakui bahwa, eksekutor yakni Wawan melarikan diri dan duduk dimotor, namun betapa ia terkejut ketika korban Fransisca memeluknya dari belakang.
           Paska ia dipeluk korban, secara otomatis terdakwa Wawan panik dan mencoba melepaskan diri dari pelukan korban. Karena tidak kunjung lepas pegangan korban, maka terdakwa Wawan mencabut goloknya dan menikamkan secara acak ke bagian kepala korban.Dua luka terdapat di kepala belakang korban, satu berada di kening korban.Korban saat itu langsung jatuh dan melepaskan pegangan.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
           Berdasarkan analisa diatas dapat disimpulkan bahwa pembunuhan yang terjadi dalam kasus ini karena kebutuhan kepuasan fisiologi dari pelaku. Perilaku yang tidak mementingkan perasaan orang lain tetap dijalankan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Faktor dari kebutuhan fisiologi merupakan faktor utama dari motif pembunuhan ini. Sampai pada akhirnya pelaku ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.
B.     Saran
           Kita harus bisa mengontrol kebutuhan dari dalam diri kita. Kebutuhan yang diperlukan harus bisa kita penuhi dengan cara – cara yang manusiawi tidak dengan cara kekerasan. Sikap agresif yang terdapat di diri seseorang harus tetap terkontrol dan jangan sampai merugikan orang lain.
Pengontrolan kebutuhan ini juga dapat mempekecil volume kejahatan di Indonesia. Sehingga tindak kejahatan yang kerap terjadi bisa menenangkan keresahan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Baron, R. A. Dan Byrne, D. (1994).Social psychology: Understanding HumanInteraction Edis ke-7. Boston: Allyn and Bacon.
http://www.antaranews.com/berita/390392/kronologis-pembunuhan-fransisca-yovieSudrajat, Ajad. (2013). “Kronologi Pembunuhan Fransisca Yofie”, Diunduh pada tanggal 16 April 2015 pukul 13.30 WIB.
http://m.liputan6.com/news/read/663124/kronologi-pembunuhan-sisca-yofie-secara-sadis-versi-pelakuAnggadha, Arry. (2013). “Kronologi Pembunuhan Sisca Yofie Secara Sadis Versi Pelaku”,Diunduh pada tanggal  16 April 13.35 WIB.
http://www.academia.edu/5037320/Analisis_Kasus_Fransisca_YofieWibowo, Kurniawan. (2014). “Analisis detektif partikelir dalam kasus fransisca yofie”,Diunduh pada tanggal 16 April 13.59 WIB